Custom Search

Selasa, 11 Desember 2012

Elegi Seorang Guru menggapai Kesempatan



Artikel "Elegi Seorang Guru Menggapai Kesempatan" tulisan dari Dr Marsigit, MA pada link berikut http://powermathematics.blogspot.com/2009/01/elegi-seorang-guru-menggapai-kesempatan.html adalah sebuah artikel yang luarbiasa yang mampu mengingatkanku pada dosen-dosen di tempatku kuliah. Tapi sayang, aku jarang mengambil kesempatan atau aku yang salah menilai diriku?? Kontrakdiksi kah ini namanya?? Seingatku, aku di maki-maki di depan sekian orang... untung aku bukan Tuhan. Ketika kubaca artikel "guru menggapai kesempatan", tampak bahwa guru yang cuma ngoceh aja sementara siswa duduk diam, kemudian mendengarkan bahkan berusaha memahami kuliah aja, dikatakan guru ini menutupi sifat muridnya. Pertanyaannya, bagaimana dengan seorang guru yang malah sampai memaki-maki muridnya yang sudah rela berkorban ditutupi sifatnya ini? KOntradiksikah ini?? Aku juga teringat seorang dosen yang berkata,"kenapa kamu jarang protes tapi kamu seolah membrontak??" sekarang mungkin aku bisa jawab, karena ada kontradiksi di dalam diriku. Luar biasa artikel ini. Aku berusaha yakin, diam juga merupakan kesempatan yang berarti hidup atau bisa dibilang sedang bertahan hidup sehingga itu menjawab bahwa ketika siswa itu diam, ia sedang memahami dan mengambil kesempatan pada kejadian supaya dapat dipahami. Sedikit mengingatkan, bahwa hilangnya seseorang, itu akan berpengaruh dalam kesempatan yang tersedia. Apakah makian pun akan menjadi perubahan sifat atas kesempatan? Dan hidup adalah kesempatan. Lebih baik aku minta maaff, "maaf kan aku dosen-dosenku.. semoga aku bisa jadi guru yang hidup dan menghidup-hidupkan anak didikku." 669 code's check it to footer

Sabtu, 11 Agustus 2012

BANGKITLAH PEMIKIR MUDA !!

Beberapa argument yang ditampilkan dalam tulisan “Inagurasimu tak Berkarakter” sebenarnya merupakan pengingat, bahwa perbedaan pemikiran itu ada. Dan ekspresi atas hal tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Terkadang sebuah pemikiran butuh untuk dikaji jika memang diperlukan. Alangkah indahnya jika suatu perbedaan ini mampu mengasah pemikiran kaum muda bangsa ini untuk lebih cerdas mengolah potensi yang ada dalam pribadi masing-masing.

“Kehidupan bagi saya bukanlah sebuah lilin kecil. Kehidupan merupakan sebuah obor besar yang dapat saya genggam sesaat, dan saya ingin membuatnya menyala seterang-terangnya sebelum menyerahkannya kepada generasi yang akan datang”. (George Bernard Shaw)
Dari kutipan tersebut, ada pelajaran berharga tentang kesungguhan dan semangat untuk menciptakan  karya-karya dahsyat yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Begitu pula dengan pemikiran-pemikiran kita. Belum tentu sebuah pemikiran yang tertuang dalam bentuk tulisan itu tidak berguna atau sekedar coretan-coretan pemancing emosional belaka. Justru dengan bangkitnya keberanian kita untuk menciptakan sebuah pemikiran, kemudian mengabadikannya dalam bentuk tulisan dapat menjadi wahana edukasi yang luar biasa sebagai modal kaum muda menunjukkan antusiasme dalam usaha meraih kecerdasan personal mereka.
Sungguh ironis jika pemikiran-pemikiran yang lahir itu langsung dibungkam, karena sama saja kita mematikan kecerdasan yang baru saja akan diasah. Inilah yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Jadi jangan heran jika mental-mental “penghambaan” kita semakin kental. Menurut Prof. Dr. Edi Suwasono, dalam acara ranah public TVRI, 10 Agustus 2012 lalu, bahwa kemerosotan bangsa ini terjadi, disebabkan oleh lemahnya pemikir-pemikir muda sehingga mental-mental penghambaan semakin terbentuk, yang kemudian dalam hal ini dimanfaatkan oleh pihak asing.

Ada sebuah kutipan dari Guru Ching Hai yang mengatakan, “Demi konsep, pikiran kita lahir; demi konsep, pikiran kita mati; dan demi konsep, pikiran kita juga terbebas dari roda kelahiran dan kematian-maka konsep pikiran harus tepat, agar kita tidak salah membimbing orang lain”.
Konsep pikiran yang tepat inilah yang seharusnya menjadi focus para pemimpin kita. Mengapa kita terlalu berpikiran negative tentang sebuah argument? Kenapa kita tidak menjadikannya sebagai instrument evaluasi tentang konsep yang telah kita buat? Jadi, marilah kita membuka diri kita untuk menerima pemikiran apa pun yang ditujukan pada kita dan memfokuskan pikiran kita pada apa yang sedang kita ciptakan.

“Bukannya kawan atau musuh yang menjerumuskan ke dalam kejahatan, melainkan pikiran sendiri itulah yang membawa seseorang ke jalan kejahatan”. (Budha Gautama)
Jika dicermati ulang, “Inagurasi tak Berkarakter”, mengilustrasikan pemikiran-pemikiran yang bukan dimaksudkan untuk kejahatan, melainkan jalan lain yang mungkin akan ditempuh jika suatu bentuk karya tersebut mengalami kekeliruan pemahaman di pihak lain atau aplikasi konsep yang diskenario untuk menuju tema yang dimaksud, mengalami kegagalan. Di sisi lain, adanya reaksi spontan para pembaca menjadi indikasi meningkatnya kualitas pemikiran mereka itu sendiri dan merupakan moment yang tepat untuk menyikapinya dalam bentuk motivasi-motivasi pembangkit nuansa intelektualitas.

“Dunia hanya bisa digenggam dengan tindakan, bukan dengan pikiran. Tangan adalah perpanjangan pikiran.” (Jacub Bronowski)
Kutipan terakhir ini mengingatkan kita tentang kelanjutan langkah kita setelah berpikir. Jika memang sebuah konsep itu lahir dari pemikiran yang dilakukan bahkan oleh lebih dari satu orang, maka mari kita tunjukkan bahwa apa yang telah dirancang itu mampu untuk dapat dikerjakan. Jika memang “Inagurasi tak Berkarakter” itu lahir dari pemikiran-pemikiran pihak lain, setidaknya mereka telah melakukan tindakan atas pikiran tentang pentingnya mengutamakan kebaikan dan langkah bijak dalam beraspirasi, dibandingkan dengan arogansi fisik yang jelas bukan cermin seorang yang mengenyam pendidikan.

Kamis, 09 Agustus 2012

INAGURASIMU TAK BERKARAKTER



Universitas PGRI Yogyakarta tahun ini akan mengadakan orientasi dan pengenalan kampus (OSPEK) untuk mahasiswa baru. “OSPEK 2012 sebagai wahana edukasi organisasi yang berbudaya, demi terwujudnya mahasiswa berkarakter dan peduli lingkungan”, tema yang akan diusung oleh acara tersebut. Apakah acara ini akan sesuai dengan tema ataukah hanya sebatas formalitas tahunan semata?

Inagurasiku

Inagurasi diadakan sebagai agenda tambahan dalam acara OSPEK di setiap tahunnya. Beberapa mahasiswa serasa terhipnotis ketika membicarakan hal ini, sehingga banyaknya argumentasi yang muncul seolah menyamarkan tema OSPEK pada umumnya.

Pembicaraan tentang panggung inagurasi ini diwarnai perdebatan, perlu/tidak-nya bintang tamu alias band pendatang yang akan memeriahkan pentas panggungnya. Usulan untuk mendatangkan grup band nasional merupakan obrolan terpanas di forum rapat panitia. Akhirnya, apakah grup itu mampu menjamin kemeriahan penampilan pentas inagurasi?

Band tenar di tingkat nasional mungkin dikatakan sebagai focus kemeriahan acara, namun dimanakah penterjemahan tema OSPEK 2012 ini diletakkan? Mana yang lebih diutamakan, penterjemahan atas tema ataukah terfokus pada kemeriahan yang terkadang tidak jelas mengartikan, tentang arti sebuah kemeriahan?

Terlepas dari perdebatan tentang arti sebuah kemeriahan, budjet yang dipersiapkan untuk artis nasional ini tidak sedikit dan sangat menyita banyak anggaran dana OSPEK yang notabene diketahui oleh berbagai pihak bahwa dana yang ada harus didukung oleh penarikan dana tambahan dari mahasiswa baru, artinya tanpa dana tambahan tersebut maka bisa dikatakan sebenarnya dana yang ada, minimum. Bisa dikatakan pula bahwa inagurasi ini terlalu dipaksakan untuk diadakan sedangkan soul atas tema OSPEK belum tentu tercermin.

Inagurasi kembali kepada tema OSPEK 2012

Tema OSPEK dapat diterjemahkan dalam sajian materi ruang OSPEK. Namun materi ruang adalah teori atas apa yang diharapkan oleh tema itu. Kemudian dilanjutkan acara kreatifitas oleh mahasiswa baru. Dan puncak penterjemahan tema setidaknya dapat tercermin dalam panggung inagurasi.

Jika mengambil kata “ mahasiswa berkarakter “ untuk diterapkan pada inagurasi, dapat diwujudkan dengan memberikan kesempatan mahasiswa baru menunjukkan karakter personal masing-masing dalam penampilan panggung pentas seni, sedangkan untuk mahasiswa umum semestinya mampu menampilkan karakter dari Universitas tempat kuliah mereka.

Bagi mahasiswa baru, mungkin dapat menampilkan pentas seni berwawasan budaya atau nasionalisme sebagai cermin personal seperti layaknya manusia berbudaya dan berkarakter. Kemudian suguhan atas cermin mahasiswa berkarakter di kampus ini, dapat diwujudkan dengan penampilan beberapa unit kegiatan mahasiswa yang membidangi seni ataupun sumbangan spontan dari mahasiswa secara umum yang seluruhnya ini jika diramu dapat menggambarkan karakter mahasiswa kampus ini.

“Peduli lingkungan”, beberapa kata dalam tema tersebut setidaknya juga menjadi bahan seni untuk memotivasi mahasiswa lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Suguhan seni seperti lagu-lagu band yang diperdengarkan ataupun pentas drama, misalnya, dapat mengangkat tema ini.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menterjemahkan tema OSPEK tahun ini terlepas dari bahasan perlu/tidaknya pemakaian bintang tamu. Sekiranya bintang tamu ini memang dibutuhkan, apakah sesuai dengan tema jika penarikan dana dari mahasiswa baru itu dipaksakan untuk mendatangkan artis nasional yang direncanakan.

Inagurasi bernilai jual untuk kampus

Sempat terdengar bahasan tentang meningkatnya nilai jual kampus ketika mendatangkan artis nasional, yang diartikan sebagai daya tarik satu malam oleh sebagian mahasiswa yang kontra terhadap argument tersebut. Di luar forum rapat panitia kemudian muncul argument untuk mengusulkan adanya audisi band bagi teman-teman setingkat SMA/SMK, yang diasumsikan mampu mengakomodasi strategi penjaringan mahasiswa baru di tahun berikutnya. Artinya  langkah strategis pengenalan dan promosi kampus, jelas sedikit banyak ber-efek.

Bahasan untuk kembali mengkonsep acara sesuai tema adalah bahasan yang sangat perlu untuk diulas. Hal ini masuk akal ketika tema yang dicetuskan sebenarnya layak untuk meningkatkan nilai jual kampus Universitas PGRI Yogyakarta. Adakah pikiran bahwa tema OSPEK tahun ini tidak bernilai jual atau kurang berkesan? Jika ya, berarti eksistensi panitia dan tingkat pemikiran mahasiswa perlu dipertanyakan kualitasnya. Jika tidak, berarti tema yang merupakan sumber ide dari keseluruhan konsep acara patut untuk diperjuangkan.

Semua ini akan jadi bahasan saja ketika tingkat agresifitas para aktifisis akademisi ini hanya isapan jempol. Pertanyaan terakhir, dimana kita dapat mensuarakan “Dari UPY untuk Indonesia”, jika panitia terkesan kurang menghargai dana yang terkumpul dari mahasiswa baru yang notabene baru akan menjadi warga kampus atau sivitas muda di Universitas ini, seolah belum sempat membahas suguhan untuk Indonesia.

Hidup mahasiswa ..... !!!

Minggu, 22 Juli 2012

KEBAKARAN DI CODE_X



"Api yang paling susah dikendalikan adalah api yang timbul setelah 3 menit berlalu. Dan masih ada api yang g mudah paham, yaitu api asmara... he he he", kata petugas dalam guyonan di sela penjelasan tentang cara memadamkan kebakaran.

Kampung-kampung di kota jogja ini susah dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran sehingga sosialisasi tentang metode pemadaman api darurat perlu dipahami oleh warga setempat. Bersama komunitas Code-X dan relawan dari warga, mencoba latihan menghadapi panasnya api secara langsung di bantaran sungai code,  jum'at 13 Juli 2012, pukul 16.00.

Tiga menit awal sangat menentukan keberhasilan aksi cepat tanggap penanganan kebakaran. Sehingga diusahakan di awal menit, relawan sudah terbiasa bekerja otomatis dan sigap.















Di prawirodirjan, salah satu kampung padat di kota jogja, telah dilengkapi dengan alat-alat pemadam yang diinstalasikan di dalam kampung dengan asumsi sumber air berasal dari sungai. Namun, warga masih perlu membiasakan diri menggunakan alat-alat tersebut sehingga petugas melatih para relawan dengan rumah-rumahan yang terbakar sebagai objek terbakar kemudian warga dilatih kesigapannya dari mulai menyiapkan pompa hingga menarik pipa dan akhirnya bergotong-royong memadamkan api yang membakar rumah-rumahan tersebut.

Sosialisasi seperti ini sangat didukung warga setempat karena kesadaran mereka tentang wilayah padat penduduk di perkotaan yang sulit terjangkau pemadam apabila terjadi musibah serupa. Acara ini didukung pemkot bahkan anggota dewan yang sempat hadir sore itu dengan harapan manfaatnya dapat dirasakan segenap masyarakat kota jogja.

(by. cahya)

Minggu, 06 Mei 2012

Oknum merobek poster kegiatan mahasiswa di UPY




Ditemukan tumpukan poster iklan kegiatan mahasiswa di timur tempat pemasangan koran KR, kampus UPY unit 1, Ahad 6 Mei 2012 jam 21.15. Tumpukan poster tersebut dalam keadaan terobek-robek dan jelas oknum yang melakukan ingin membuang poster tersebut. Setelah dilakukan penge-check-an pada hari dan tanggal pendaftaran maupun tanggal pelaksanaan acara, didapat bahwa poster-poster tersebut merupakan informasi kegiatan untuk mahasiswa yang masih up-to-date. Sungguh ironis ketika perbuatan tersebut terkesan menghambat arus informasi ke para mahasiswa tentang kegiatan positif dan merupakan pengembangan karakter mahasiswa. Apa pendapat para mahasiswa atau para petinggi lembaga mengenai hal ini ? Dan apa yang terjadi dengan situasi di luar kegiatan akademik/belajar-mengajar dalam kampus? Apakah ada kaitannya dengan fenomena terkoyaknya kepedulian di lingkungan kampus? mari berpendapat !!

Jumat, 04 Mei 2012

BEBASLAH DARI HIDUP SIAL !!

Seminar TERMEGAH 2012

Reborn 4 Get Success 2012

Terlahir kembali Sukses bersama di 2012

PERFORMANCE ALL ABOUT 2012

1. Cara menciptakan keberuntungan secara Ilmiah
2. Bagaimana menghancurkan pola hidup sial
3. Menemukan 5 penyebab hidup sial dan bagaimana menghindarinya
4. Mematahkan MITOS yang berakar dan buruk dalam kehidupan Anda
5. Rahasia menjadi magnet keberuntungan kemanapun Anda pergi dan kemanapun Anda berada

bersama BONG CHANDRA 
 Motivator muda no. 1 Asia


Rabu 30 Mei 2012
Jam 13.00 - 16.00 
Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

HTM

Mahasiswa Rp. 100.000 (early bird)
                  Rp. 125.000 (Hari H)

Umum Rp. 150.000 (early bird)
           Rp. 200.000 (Hari H)


Transfer via

BNI Syariah a/n Ari Prasetya Widiana 0246479242

konfirmasi ke 083867689218

Rabu, 25 April 2012

Dicari 80 Mahasiswa



Leadership Ways adalah jalan menuju Kepemimpinan yang didambakan oleh setiap insan. Untuk mencapai kesuksesan dalam berbagai hal, kita harus berusaha memimpin minimal diri sendiri. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta berencana melatih 80 mahasiswa/i UPY dalam acara Latihan Dasar Kepemimpinan di Wisma Duta Wacana Jl. Kaliurang Km 23 Sleman Yogyakarta pada hari Sabtu 12 Mei 2012 hingga Ahad 13 Mei 2012.

Syarat pendaftar adalah prioritas untuk mahasiswa/i semester 2, didelegasikan oleh Ormawa di UPY dan atau mahasiswa/i umum dimana terbatas hanya untuk pendaftar tercepat.

Pendaftaran di buka 30 April 2012 hingga 9 Mei 2012 dari jam 09.00 - 16.00 di ruang BEM-U gedung Ormawa kampus 1 UPY. Sedangkan technical meeting diadakan di ruang Multimedia kampus 1 gedung A Universitas PGRI Yogyakarta, jam 13.00.

"Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Anda lakukan.." (Frederick Smith)
".. jangan hanya menempa ketika besi masih panas tapi buatlah besi menjadi panas dengan menempanya.." (Oliver Cromwell)
 Contact Person: Rofiq 085743555987 & Munir 087839228991
Let's go to be a good leader
by. cahya

Sabtu, 10 Maret 2012

Menulis Bersama SWAKA-KR

"Menciptakan mahasiswa yang kritis, kreatif dan kompetitif melalui karya tulis", inilah tema dari Pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh Dewan Pimpinan Mahasiswa melalui komisi pers-nya bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi UPY. Berawal dari keinginan untuk mewujudkan komunitas jurnalistik yang menjadi wadah dari greget aspirasi mahasiswa, pelatihan ini jadi sangat dibutuhkan untuk menjaring minat dan bakat mahasiswa. Pelatihan ini didukung oleh Swara Kampus Kedaulatan Rakyat dan Media Pencerah, berlangsung dari jam 08.30 sampai 15.00, Sabtu 10 Maret 2012, ruang Multimedia Kampus UPY. Peserta yang terlibat sejumlah 40 orang. Arif, mahasiswa akuntansi UPY berharap, karya tulisnya dapat dimuat dan ingin tergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa UPY rintisan. Ucapan terimakasih karena telah mengajarkan cara menemukan jati diri dalam Tulisan dan ungkapan bahwa Kedaulatan Rakyat tetap jujur, disampaikan oleh Warsandi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. "Swaka sangat memberikan inspirasi, membuka wawasan tentang jurnalistik dan berharap tetap menjadi pencerah anak muda", ungkap Johan Rubiyanto mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.
"Pers Mahasiswa UPY harus segera diwujudkan supaya ilmu yang diperoleh dalam pelatihan jurnalistik itu dapat segera diaplikasikan dan antusiasme untuk menulis artikel/berita dapat menular. Saya berharap budaya menulis di kampus ini bisa terjadi", ungkap BEM UPY.

Jumat, 09 Maret 2012

BBM naik

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan dampak inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersifat sementara dan jangka pendek. Gubernur BI Darmin Nasution mengungkapkan lonjakan inflasi yang terjadi akan mereda dalam jangka waktu 3-4 bulan.

Ia memaparkan dalam perhitungan BI bila kenaikan harga BBM ditetapkan Rp 1.500 per liter, maka inflasi yang terjadi sampai akhir 2012 bisa mencapai 6,8%. Namun, bila keputusan yang diambil pemerintah adalah opsi subsidi tetap Rp 2.000 per liter, maka inflasi bisa berada pada kisaran 7%-7,1%. Kendati demikian, BI optimistis pada 2013 inflasi akan kembali ke level yang ditargetkan pemerintah, yakni di kisaran 4,5% plus/minus 1%.

"Kami tahu bahwa inflasi akan naik dalam waktu dekat, harga BBM berubah. Namun itu tidak berlangsung lama. One time shock saja. Oleh karena itu BI rate tidak perlu diubah," ungkap Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Jumat (8/3).

BI menilai langkah yang perlu dilakukan cukup mengendalikan likuiditas dalam jangka pendek. Bank sentral berjanji mendorong agar yield Surat Berharga Negara (SBN) jangka pendek sedikit meningkat lewat operasi moneter.

"Kami akan mengendalikan likuiditas dengan cara menarik lebih banyak dana dari masyarakat, perbankan. Lebih banyak dalam jangka pendek," ujar Darmin.

Ia menambahkan, instrumen untuk itu bisa bermacam-macam, yakni Sertifikat Bank Indonesia (SBI), term deposit, maupun reverse repo.

Sementara itu, mengenai kebijakan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM), menurut Darmin hal tersebut belum tentu akan dilakukan.

"Kalau bicara makro prudensial ya termasuk GWM. Kan tidak harus selalu dengan tingkat bunga," pungkasnya.

Dari berita di atas, apa yang akan terjadi ? Kebiasaan yang terjadi di sekitar kita, BBM adalah salah satu hal yang seolah menjadi patokan sehingga ketika harga BBM mengalami perubahan maka hampir semua harga konsumsi kita ikut naik. Dan apakah akan terjadi tuntutan dari rakyat, seperti kenaikan gaji dan tuntutan lain yang timbul karena rakyat semakin merasa terjepit oleh keadaan ekonominya?

Pelajar dan mahasiswa adalah salah satu elemen masyarakat yang sangat merasakan perubahan ekonomi di negara ini. Berapa persen pelajar / mahasiswa yang datang dari kalangan keluarga mampu? Bagi kalangan yang terbatas, apakah kenaikan demi kenaikan harga ini akan memupus semangat belajar mereka karena uang saku yang terbatas membuat mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan ketika belajar? Jangan bilang mereka akan berhemat karena selama ini, setelah moneter tempo dulu yang dirasakan adalah semua serba penghematan tapi secara nominal apa mereka hanya akan terus menahan perut perih mereka ketika memang uang saku mereka tidak cukup untuk bisa sampai makan siang, padahal kegiatan studi kadang sampai sore hari.

Kita perlu kritis terhadap kebijakan pemerintah karena kita tahu sebenarnya tetap ada yang disembunyikan oleh oknum-oknum di sana. Logika rakyat berkata bahwa negara kita kaya sumber daya alam tapi kenapa kita seperti tak mampu untuk menikmati hasil alam kita dan selalu merasa terjepit seperti ini. Banyak hal yang kurang wajar di negara ini.

Jumat, 13 Januari 2012

POSKO PENGADUAN MAHASISWA

Akan dibuka Posko Pengaduan Mahasiswa, prakarsa dari Dept. HAM BEM-UPY sebagai fasilitator dan balancing terhadap isu-isu bahkan kasus yang muncul di lingkungan Kampus maupun masyarakat. Persiapan demi persiapan terus diupayakan dengan dukungan dari Tim Pers UPY Rintisan sehingga dapat menunjang proses advokasi permasalahan yang mencuat. Untuk itu dukungan dari berbagai pihak sangat kita harapkan demi pergerakan mahasiswa yang positif, sistimatis dan strategis.



Syarat Tim Posko
  1. Mahasiswa yang tergabung dalam Dept. HAM
  2. Mahasiswa umum yang mendaftarkan diri melalui Dept. HAM dan bersedia membuat surat pernyataan ttg kepeduliannya terhadap kampus, bersedia bersikap netral terhadap praktek politik di kampus, bebas narkoba, bersedia taat pada ketentuan dalam Dept. HAM Mahasiswa.
  3. Bersedia di kontrak selama satu periode.
Sikap seorang relawan Posko


-Netral terhadap politik praktis di lingkungan kampus.
-Bersih dari segala bentuk money politik maupun suap
-Komitmen terhadap pergerakan aktifis HAM
-Sportif
-Argumentative
-Dapat dipercaya dan bertanggungjawab

Meeting Room

Rapat akan diadakan Sabtu, 14 Januari 2012, jam 15.00 WIB, di Ruang BEM UPY
Agenda:
1. Persiapan acara pelatihan jurnalistik
2. Persiapan aplikasi program dept. Eksternal BEM

dimohon kehadirannya dari saudara-saudari sekalian dengan motif, Berdayakan lingkungan pergaulan kampus.

Rabu, 11 Januari 2012

Pelatihan Jurnalistik di UPY

Pelatihan Jurnalistik di Universitas PGRI Yogyakarta, ruang Multimedia Unit 1, pada hari Sabtu, 10 Maret 2012. jam 08.00 - 15.00, fasilitas: Snack, makan, sertifikat, legalitas wartawan.
Tentor adalah wartawan senior Kedaulatan Rakyat, Media Pencerah.
Motivasi: Mari ciptakan budaya menulis di UPY dan demo lah secara sehat lewat intelektualitas dengan menghilangkan kekerasan orang2 bar-bar. Kembalikan Yogya sebagai kota pelajar, tempat di mana para Intelektual muda berkumpul, bercanda dan berbagi cerita. Siapkan telinga dan infaq mu untuk musisi jalanan, karena kita semua korban dari kebodohan dan ke-ego-an watak kita. Menipisnya nilai Karakter Bangsa ini akan membunuh keturunan kita lebih kejam dari sekarang..

Kemiskinan di Indonesia

Akan kah kita diam ketika mengetahui tentang keadaan negara kita ??
Bersammbung .... pada episode tentang kekuatan komunitas yg positif demi negeri ini dengan menghilangkan watak ego berlebihan.
Data kemiskinan tahun 2010 dapat dilihat di http://ditpk.bappenas.go.id/?lan=&nav=5&m=content&s=dokumen

Entri Populer