Custom Search

Jumat, 09 Maret 2012

BBM naik

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan dampak inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersifat sementara dan jangka pendek. Gubernur BI Darmin Nasution mengungkapkan lonjakan inflasi yang terjadi akan mereda dalam jangka waktu 3-4 bulan.

Ia memaparkan dalam perhitungan BI bila kenaikan harga BBM ditetapkan Rp 1.500 per liter, maka inflasi yang terjadi sampai akhir 2012 bisa mencapai 6,8%. Namun, bila keputusan yang diambil pemerintah adalah opsi subsidi tetap Rp 2.000 per liter, maka inflasi bisa berada pada kisaran 7%-7,1%. Kendati demikian, BI optimistis pada 2013 inflasi akan kembali ke level yang ditargetkan pemerintah, yakni di kisaran 4,5% plus/minus 1%.

"Kami tahu bahwa inflasi akan naik dalam waktu dekat, harga BBM berubah. Namun itu tidak berlangsung lama. One time shock saja. Oleh karena itu BI rate tidak perlu diubah," ungkap Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Jumat (8/3).

BI menilai langkah yang perlu dilakukan cukup mengendalikan likuiditas dalam jangka pendek. Bank sentral berjanji mendorong agar yield Surat Berharga Negara (SBN) jangka pendek sedikit meningkat lewat operasi moneter.

"Kami akan mengendalikan likuiditas dengan cara menarik lebih banyak dana dari masyarakat, perbankan. Lebih banyak dalam jangka pendek," ujar Darmin.

Ia menambahkan, instrumen untuk itu bisa bermacam-macam, yakni Sertifikat Bank Indonesia (SBI), term deposit, maupun reverse repo.

Sementara itu, mengenai kebijakan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM), menurut Darmin hal tersebut belum tentu akan dilakukan.

"Kalau bicara makro prudensial ya termasuk GWM. Kan tidak harus selalu dengan tingkat bunga," pungkasnya.

Dari berita di atas, apa yang akan terjadi ? Kebiasaan yang terjadi di sekitar kita, BBM adalah salah satu hal yang seolah menjadi patokan sehingga ketika harga BBM mengalami perubahan maka hampir semua harga konsumsi kita ikut naik. Dan apakah akan terjadi tuntutan dari rakyat, seperti kenaikan gaji dan tuntutan lain yang timbul karena rakyat semakin merasa terjepit oleh keadaan ekonominya?

Pelajar dan mahasiswa adalah salah satu elemen masyarakat yang sangat merasakan perubahan ekonomi di negara ini. Berapa persen pelajar / mahasiswa yang datang dari kalangan keluarga mampu? Bagi kalangan yang terbatas, apakah kenaikan demi kenaikan harga ini akan memupus semangat belajar mereka karena uang saku yang terbatas membuat mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan ketika belajar? Jangan bilang mereka akan berhemat karena selama ini, setelah moneter tempo dulu yang dirasakan adalah semua serba penghematan tapi secara nominal apa mereka hanya akan terus menahan perut perih mereka ketika memang uang saku mereka tidak cukup untuk bisa sampai makan siang, padahal kegiatan studi kadang sampai sore hari.

Kita perlu kritis terhadap kebijakan pemerintah karena kita tahu sebenarnya tetap ada yang disembunyikan oleh oknum-oknum di sana. Logika rakyat berkata bahwa negara kita kaya sumber daya alam tapi kenapa kita seperti tak mampu untuk menikmati hasil alam kita dan selalu merasa terjepit seperti ini. Banyak hal yang kurang wajar di negara ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer