Universitas PGRI Yogyakarta tahun ini akan mengadakan orientasi dan pengenalan kampus (OSPEK) untuk mahasiswa baru. “OSPEK 2012 sebagai wahana edukasi organisasi yang berbudaya, demi terwujudnya mahasiswa berkarakter dan peduli lingkungan”, tema yang akan diusung oleh acara tersebut. Apakah acara ini akan sesuai dengan tema ataukah hanya sebatas formalitas tahunan semata?
Inagurasiku
Inagurasi diadakan sebagai agenda tambahan dalam acara OSPEK di setiap tahunnya. Beberapa mahasiswa serasa terhipnotis ketika membicarakan hal ini, sehingga banyaknya argumentasi yang muncul seolah menyamarkan tema OSPEK pada umumnya.
Pembicaraan tentang panggung inagurasi ini diwarnai perdebatan, perlu/tidak-nya bintang tamu alias band pendatang yang akan memeriahkan pentas panggungnya. Usulan untuk mendatangkan grup band nasional merupakan obrolan terpanas di forum rapat panitia. Akhirnya, apakah grup itu mampu menjamin kemeriahan penampilan pentas inagurasi?
Band tenar di tingkat nasional mungkin dikatakan sebagai focus kemeriahan acara, namun dimanakah penterjemahan tema OSPEK 2012 ini diletakkan? Mana yang lebih diutamakan, penterjemahan atas tema ataukah terfokus pada kemeriahan yang terkadang tidak jelas mengartikan, tentang arti sebuah kemeriahan?
Terlepas dari perdebatan tentang arti sebuah kemeriahan, budjet yang dipersiapkan untuk artis nasional ini tidak sedikit dan sangat menyita banyak anggaran dana OSPEK yang notabene diketahui oleh berbagai pihak bahwa dana yang ada harus didukung oleh penarikan dana tambahan dari mahasiswa baru, artinya tanpa dana tambahan tersebut maka bisa dikatakan sebenarnya dana yang ada, minimum. Bisa dikatakan pula bahwa inagurasi ini terlalu dipaksakan untuk diadakan sedangkan soul atas tema OSPEK belum tentu tercermin.
Inagurasi kembali kepada tema OSPEK 2012
Tema OSPEK dapat diterjemahkan dalam sajian materi ruang OSPEK. Namun materi ruang adalah teori atas apa yang diharapkan oleh tema itu. Kemudian dilanjutkan acara kreatifitas oleh mahasiswa baru. Dan puncak penterjemahan tema setidaknya dapat tercermin dalam panggung inagurasi.
Bagi mahasiswa baru, mungkin dapat menampilkan pentas seni berwawasan budaya atau nasionalisme sebagai cermin personal seperti layaknya manusia berbudaya dan berkarakter. Kemudian suguhan atas cermin mahasiswa berkarakter di kampus ini, dapat diwujudkan dengan penampilan beberapa unit kegiatan mahasiswa yang membidangi seni ataupun sumbangan spontan dari mahasiswa secara umum yang seluruhnya ini jika diramu dapat menggambarkan karakter mahasiswa kampus ini.
“Peduli lingkungan”, beberapa kata dalam tema tersebut setidaknya juga menjadi bahan seni untuk memotivasi mahasiswa lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Suguhan seni seperti lagu-lagu band yang diperdengarkan ataupun pentas drama, misalnya, dapat mengangkat tema ini.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menterjemahkan tema OSPEK tahun ini terlepas dari bahasan perlu/tidaknya pemakaian bintang tamu. Sekiranya bintang tamu ini memang dibutuhkan, apakah sesuai dengan tema jika penarikan dana dari mahasiswa baru itu dipaksakan untuk mendatangkan artis nasional yang direncanakan.
Inagurasi bernilai jual untuk kampus
Sempat terdengar bahasan tentang meningkatnya nilai jual kampus ketika mendatangkan artis nasional, yang diartikan sebagai daya tarik satu malam oleh sebagian mahasiswa yang kontra terhadap argument tersebut. Di luar forum rapat panitia kemudian muncul argument untuk mengusulkan adanya audisi band bagi teman-teman setingkat SMA/SMK, yang diasumsikan mampu mengakomodasi strategi penjaringan mahasiswa baru di tahun berikutnya. Artinya langkah strategis pengenalan dan promosi kampus, jelas sedikit banyak ber-efek.
Bahasan untuk kembali mengkonsep acara sesuai tema adalah bahasan yang sangat perlu untuk diulas. Hal ini masuk akal ketika tema yang dicetuskan sebenarnya layak untuk meningkatkan nilai jual kampus Universitas PGRI Yogyakarta. Adakah pikiran bahwa tema OSPEK tahun ini tidak bernilai jual atau kurang berkesan? Jika ya, berarti eksistensi panitia dan tingkat pemikiran mahasiswa perlu dipertanyakan kualitasnya. Jika tidak, berarti tema yang merupakan sumber ide dari keseluruhan konsep acara patut untuk diperjuangkan.
Semua ini akan jadi bahasan saja ketika tingkat agresifitas para aktifisis akademisi ini hanya isapan jempol. Pertanyaan terakhir, dimana kita dapat mensuarakan “Dari UPY untuk Indonesia”, jika panitia terkesan kurang menghargai dana yang terkumpul dari mahasiswa baru yang notabene baru akan menjadi warga kampus atau sivitas muda di Universitas ini, seolah belum sempat membahas suguhan untuk Indonesia.
Hidup mahasiswa ..... !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar