Custom Search

Jumat, 01 Februari 2013

Masa Depanmu bukan Ijazah dan Pekerjaan


Awalnya aku berpikir masa depanku ditentukan oleh ijazah. Dengan ijazah kita dapat memperoleh pekerjaan. Uanglah yang aku cari untuk membeli kebahagiaan yang kusebut dengan masa depan. Dan itu yang ditanamkan  oleh orang tua di pikiran kita, kurasa.

Satu saat saya mendapatkan pesan dari file yang tidak sengaja saya temukan, bahkan saya lupa dapat file itu dari mana. Pesan itu menjabarkan kemungkinan musnahnya manusia atau perubahan peradaban yang buruk dan akan terjadi. Bukan file penelitian, namun gambaran ketakutan si pembuat file yang dilegalkan dengan fakta ilmiah yang ia susun. Kini file itu entah kemana namun sangat membekas dalam logikaku.

Ketika tiap detik telah kita lalui bersama, kemungkinan adanya mesin waktu yang dapat membawa kita ke masa lampau, faktanya masih menjadi mimpi, tapi tentah bagi para filsuf dan sains. File itu menggambarkan padaku akan langkanya air di muka bumi ini, yang dimaksud adalah air bersih yang layak buat dikonsumsi. Namun dalam tahun-tahun berikutnya dimungkinkan air benar-benar akan mengering, yang artinya memang langka air.

Aku mulai berpikir, apa itu masa depan? Bahagiakah anak cucuku di masa depan? Apakah mereka dapat bermimpi seperti sekarang yang kulakukan, mengejar ijazah supaya kaya dan bisa gunakan fasilitas dunia (termasuk air) dengan sangat puas dan murah. Udara juga masih gratis untukku. Dalam file itu juga menggambarkan tentang pencemaran udara dimana kepekatan asam melebihi normal dan mereduksi oksigen murni. Hujan asam sering terjadi sehingga kualitas air pun memburuk. 

Pelestarian pepohonan, makhluk hidup yang dipercaya mampu menghasilkan oksigen sekian gram ekivalen per detiknya adalah obyek pertama yang terlintas dibenakku. Kemudian pembatasan minimum terhadap industrialisasi penghasil asam maupun basa berlebih dan industrialisasi lain dimana sampah anorganiknya dapat merusak bumi. Terlintas pula tentang nuklir yang didambakan segera bermunculan sebagai pengganti sumber energy maupun sebagai senjata pelindung pertahanan.

Saya ingin minta tolong ke siapa pun yang berkenan membantu saya. Tolong kirimkan link ke blog ini tentang ancaman kerusakan bumi dan gambaran solusi yang pernah ada atau solusi yang mungkin sudah mulai dilakukan. 

Pria dan wanita jaman sekarang mungkin masih dapat jual mahal, menyombongkan penampilan, ketampanan maupun kecantikan, namun apa yang akan terjadi sekian puluh tahun lagi? Air dan oksigen adalah penentu kehidupan di bumi. Selain kegagalan dalam cinta, gagal mencintai bumi adalah kekhawatiran yang kuyakin ada di benak kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer